Tertuduh, Terpuruk, Namun Bangkit Jadi Pemenang



Bisa jadi film Batman: The Dark Knight Rises paling sensasional tahun 2012, terutama karena perstiwa berdarah yang menewaskan 12 orang saat pemutaran perdana di Colorado. Walau kabarnya bukan sekali terjadi di Amerika Serikat, pada akhirnya kisah Ksatria Kelelawar ini membuat orang semakin penasaran.

 flicksandbits.com


Apa yang bikin penasaran? Karena film ini jadi rangkaian terakhir trilogi Batman karya Christopher Nolan, setelah Batman Begins (2005), dan The Dark Knight (2008). Dari kisah dalam  The Dark Knight Rises pula kita bisa belajar untuk jadi pemenang, meskipun dihantam banyak masalah.

Sebagai kilas balik, pada sekuel sebelumnya, jaksa wilayah Harvey Dent - jaksa tangguh yang berubah jahat sebagai Two Face - mati, namun tetap diingat sebagai pahlawan Gotham, sementara Batman dicap penjahat. Hal inilah yang membuat Bruce Wayne (Christian Bale) terus terpuruk selama 8 tahun, apalagi kekasihnya, Rachel, juga ikut tewas.

Hidup Wayne penuh kemuraman, dan terus berduka. Pelayan setianya, Alfred (Michael Caine) sampai harus mengingakan untuk segera mencari pasangan hidup.

spin.com

Di lain tempat, muncullah Bane (Tom Hardy). Ia mengobrak-abrik Pasar Bursa Gotham City bersama komplotannya, seolah ingin merampok.

"Untuk apa kau merampok? Di sini tak ada uang," teriak seorang pialang saham yang terancam nyawanya. Namun, Bane memang tidak ingin merampok uang. Ia punya tujuan lain, yakni membuat Bruce Wayn bangkrut. Caranya, dengan sidik jari Wayne yang didapatnya dari Selina Kyle (Catwoman - Anna Hathaway).

 fanpop.com


Bane, yang berkomplot dengan rival bisnis Wayne, John Dagget, berhasil membuat perusahaan Wayne bangkrut dan pindah kepemilikan.

Lengkap sudah badai yang menghajar Wayne. Selanjutnya, tentu lebih asik melihat filmnya, ya. Pastinya, dari situlah kita bisa mendapat pesan moral tentang bangkit dari titik nol. Memang sih, tema itu serupa dengan film-film superhero gaya Hollywood. Setidaknya, motivasi untuk "bangun setelah jatuh" layak didengungkan terus.

Nolan merangkai trilogi Batman selalu dengan nuansa kelam. Dan, yang terutama, ia juga mengangkat sisi manusiawi seorang superhero. Bahwa seorang pahlawan juga manusia biasa yang punya segudang masalah. Inilah kelebihan Nolan. Gayanya bahkan ditiru film-film superhero lainnya semacam The Avangers dan The Amazing Spiderman.

Pokoknya, walau The Dark Knight Rises durasinya lumayan panjang, kita tak akan bosan menjadi penyaksi perjalan sang Ksatria Kelelawar.


Trailer
[Read More...]


Benua di Bumi Terbentuk dari Kenari?



Percaya atau tidak, benua-benua di bumi ini terbentuk dari kenari. Saat setelah jaman es, daratan di berbagai belahan bumi terpisah menjadi benua-benua baru. Perpecahannya sungguh tak disengaja, hanya karena seekor tupai terlalu ambisius mengejar sebuah kenari.



filmofilia.com


Scrat, demikianlah nama sang tupai. Ketika mengejar buah kenari, tak sengaja menginjak es yang menimbulkan keretakan besar, berpengaruh hingga perut bumi. Akibatnya, daratan besar di bumi terpecah-belah, membentuk daratan-daratan baru yang kita sebut benua sekarang.

Tak hanya itu, piramida pun terbentuk karena ulah Scrat. Singkatnya, evolusi di bumi ini semua ulah tupai ini (diperankan oleh Chris Wedge).

Setidaknya, demikianlah versi Michael Berg dan Jason Fuchs, duo penulis kisah tiga sekawan, kukang Sid, singa Diego, dan mamut Manny. Nah, sudah ingat dengan mereka? Ya, kisah di atas jadi pembuka film Ice Age terbaru, Continental Drift.


 wordonroad.net


Sebagai film ke-empat, Ice Age masih menawarkan berbagai kelucuan yang bakal mengocok perut kita. Selain layaknya kisah drama tentang Peaches (Keke Palmer), anak dari Manny (Ray romano) dan Ellie (Queen Latifah) yang mengalami gejolak masa remaja dan sempat memiliki perasaan benci pada ayahnya. "Aku berharap engkau bukan ayahku!" teriak Peaches penuh amarah karena dilarang berkumpul dengan teman-teman gang-nya.

Di waktu yang sama, gara-gara Scrat dan kenarinya yang mengubah wajah dunia purba, membuat keluarga mamut ini terpisah karena es-es terpecah jadi daratan baru. Tiga sekawan ini pun hanyut terbawa arus.



 revolveersite.wordpress.com


Seperti biasa, petualangan Manny, Sid, dan Diego dimulai. Mereka mengelilingi dunia hanya demi bisa bersatu kembali dengan keluarga yang ditinggalkan. Sebelumnya, saat baru terpisah, Manny sempat berteriak lantang pada istri dan anaknya, "Tetaplah hidup. Aku akan menemukan kalian!"

Ice Age: Continental Drift masih seru, kok. Tetap ada nilai moral yang bisa kita petik. Yakni, soal persahabatan serta soal keteguhan seorang ayah (Manny) yang berjuang dengan cara apa pun demi keutuhan keluarga.

Ah, so melting... tapi untungnya kita tak akan berlarut-larut dibawa perasaan mellow ala drama keluarga. Tetap saja film berdurasi 90 menit ini penuh kelucuan yang membuat kita tak terasa kalau film akhirnya habis.

Untuk tontonan saat libur bersama keluarga dan teman? Wah, film ini sangat direkomendasikan.


Trailer






Sumber: Sindo edisi Sabtu
[Read More...]


Beda dan Fakta The Amazing Spider-Man



Film The Amazing Spider-Man mulai diputar hari ini, bintangnya bukan lagi Tobey Maguire dan Kirsten Dunst melainkan Andrew Garfield dan Emma Stone. Dengan dua pemeran berbeda, apakah "New Spiderman" ini menampilkan perbedaan-perbedaan lainnya?



Pertama, kita lihat dulu sinopsis The Amazing Spider-Man sebelum membahasnya lebih lanjut.

Cerita bermula dari orang tua Peter Parker yang mendadak pergi dan menitipkan Peter kecil bersama Paman Ben (Martin Sheen) dan Bibi May (Sally Field), hingga Peter beranjak remaja. Selama ini hanya tahu ayahnya seorang ilmuwan, suatu hari Parker menemukan dokumen misterius sang ayah hingga ia memutuskan bertemu dengan Dr. Curt Connors, mantan rekan kerja ayahnya, sosok penting di laboratorium Oscorp yang mahacanggih.

Kita tahu, di situ Parker terkena gigitan laba-laba yang kemudian mengubahnya menjadi manusia superkuat, supercepat dan……superlengket. Parker, yang sedang tertarik pada kawan sekolahnya, Gwen Stacy (Emma Stone), memasuki dua dunia baru pada saat yang bersamaan: jatuh cinta dan menjadi superhero pembela kebajikan. Ia kelabakan saat ayah Stacy adalah kapten polisi yang gemas membasmi Spider-Man, karena menganggapnya mengganggu masyarakat.

Masalah tambah gawat saat Dr. Connors kelewat nafsu ‘memperbaiki’ diri dan umat manusia. Ia mengutak-atik cairan ajaib, berubah wujud menjadi The Lizard, manusia kadal seukuran gedung 30 lantai, dan menebar bahaya.
Trailer


Nah, bila pada Spiderman 1,2, dan 3 Peter Parker (Tobey Maguire) setia dengan kisah cintanya pada Mary Jane Watson a.k.a. MJ, di film terakhir Parker (Andrew Garfield) memilih berpaling pada Gwen Stacy.

Perbedaan kedua, bila dulu lebih terpusat pada kehidupan semasa kuliah dan awal kerja, maka kini lebih bercerita tentang masa muda Peter Parker yang ternyata menyimpan banyak hal mengejutkan.

Sekarang soal kostum. Warna kostum yang dikenakan Andrew sepertinya memang lebih cerah dibanding kostum yang dikenakan Tobey. Namun desain yan cool pada kostum Tobey terbukti mampu membuatnya tampak lebih maskulin.

Lihat foto Spiderman ala Andrew dan Maguire di bawah ini, mana yang lebih keren menurutmu.

buzzsugar.com


Fakta Soal Andrew
 
filmofilia.com

1.  Andrew Garfield adalah penggemar seumur hidup Spider-Man. Ia ingat foto lama pada usia 3 tahun sedang berpakaian sebagai Spider-Man untuk Halloween.

2. Andrew Garfield berusaha membuat tubuhnya lebih berotot dengan pelatih pribadi Armando Alarcon. Ia melakukan latihan enam hari seminggu selama enam bulan untuk mempersiapkan peran Spider-Man. 
Garfield juga bekerja sama dengan koordinator aksi Andy Armstrong dan timnya, melakukan gerakan di trampolin, keterampilan bermain basket, bela diri, senam, parkour, serta keterampilan skateboard. Andy Armstrong dan tim stunt-nya membuat kamp pelatihan di sebuah gudang dekat Sony Studios Pictures.

3. Desainer kostum Kym Barret berkolaborasi dengan sutradara Marc Webb untuk mewujudkan visinya dalam setelan Spider-Man untuk mencerminkan siluet, lebih ramping dan atletis. Mungkin itu yang jadi alasan mengapa "New Spiderman" ini lebih terlihat ramping, ya.

Fakta Soal Gwen

Gwen dan MJ, pilih mana?/comicbookmovie.com

1. Kok bisa muncul karakter Gwen Stacy? Ya, karakter tersebut sebenarnya sudah ada dalam komik aslinya, muncul dalam komik edisi Desember 1965 berjudul 'The Amazing Spider-Man # 31. Gwen jadi "first love"-nya Peter Parker, dan bukan MJ.

2. Gwen Stacy bertugas sebagai karyawan magang Dr Connors di OsCorp, sehingga Emma Stone (pemeran Gwen) melanjutkan kunjungan lapangan di laboratorium bersama dengan Rhys Ifans. Dua aktor tersebut menghabiskan waktu mengamati penelitian ilmiah pada regenerasi axolotl. Axolotl adalah sejenis salamander yang terkenal karena kemampuan mereka untuk menumbuhkan kembali anggota badan dan bahkan bagian-bagian dari otak dan tulang belakang.




Fakta Soal The Lizard
The Lizard/screenrave.com

1. The Lizard, salah satu musuh paling hebat Spider-Man, pertama muncul tahun 1963 di komik Marvel 'The Amazing Spider-Man' # 6.

2. Untuk memerankan Dr Connors alias The Lizard, Rhys Ifans belajar untuk menyelesaikan berbagai tugas dengan satu tangan terikat di belakang punggungnya. Ia menjadi cukup terampil mengikat dasi, membuat kopi dan tugas lainnya hanya menggunakan satu tangan.
3. Kerangka reptil mengerikan dan aksesoris lain yang terlihat di Connors Lab dan kantor OsCorp berasal dari dua toko di Los Angeles, Necromance dan Dapper Cadaver


Fakta Amazing Lainnya
digaleri.com


1. The Amazing Spider-Man mempekerjakan lebih dari 1.000 orang. Set film ini menduduki tujuh tahap di Sony Studios.

2. 56 kostum Spider-Man diciptakan untuk film, termasuk 17 baju untuk Andrew Garfield serta untuk pemeran penggantinya. Andrew Garfield butuh 20 menit untuk mengenakan setelan Spider-Man. Itu pun sudah dibantu oleh seorang asisten.

3. Lensa untuk masker Spider-Man dibuat custom, dengan lensa berwarna biru optik dan emas dengan segi enam pola cermin dicetak di atas. Untuk mengurangi refleksi, diberikan lapisan khusus.

4. Set OsCorp Lab, salah satu set terbesar yang dibangun untuk film ini. Memakan waktu tiga bulan untuk membangun laboratorium tersebut.

5. Tikus di Lab OsCorp sebenarnya mainan kucing. Ada sekitar 200-an, dan anggota kru harus menghapus setiap telinga tikus yang berwarna pink neon.

6. Perpustakaan sekolah tempat pertempuran sengit dibuat terpisah dan terdiri dari hampir 3.000 kaki buku palsu, dibuat dari buku nyata yang mencakup sisipan styrofoam daur ulang.




[Read More...]


Wajib Ditunggu: Film The Hobbit!



Bisa jadi, prekuel trilogi Lord of the Ring ini merupakan film paling ditunggu tahun ini. Peter Jackson, sutradara kenamaan yang membidani Lord of the Ring sedang mempersiapkan  proyek film terbarunya yang berjudul The Hobbit: An Unexpected Journey. Film yang diadaptasi dari novel karya J.R.R. Tolkien tersebut akan dibagi menjadi dua bagian.

 


Film pertama yang kini sedang melakukan syuting di Selandia Baru (The Hobbit: An Unexpected Journey) rencananya tayang di bioskop pada 14 Desember 2012. Sedangkan untuk sekuelnya akan bertajuk The Hobbit: There and Back Again segera menyusul setahun berikutnya (13 Desember 2013).

The Hobbit: An Unexpected Journey adalah proyek kerjasama dua rumah produksi antara New Line Cinema dan MGM Pictures, merupakan film pertama di dunia yang dibuat dengan kecepatan 48 frame per second.

The Hobbit sendiri menceritakan tentang petualangan Bilbo Bagins, (60 tahun sebelum kejadian di Trilogy The Lord Of The Rings), bertemu dengan Gandalf the grey dan bersama-sama membantu 13 kurcaci dalam petualangan berbahaya merebut harta karun dari Dragon Smaurg serta masuk ke gua gollum sehingga menemukan cincin Raja Sauron.

Para pemain dalam The Hobbit adalah mereka yang juga pernah terlibat dalam trilogiThe Lord of the Rings. Ian McKellen sebagai Gandalf, Elijah Wood sebagai Frodo, Cate Blanchett sebagai Galadriel, Orlando Bloom sebagai Legolas, Christopher Lee sebagai Saruman, Hugo Weaving sebagai Elrond, dan Andy Serkis sebagai Gollum.



tqn.com

fronttowardsgamer.com

Masih dikerjakan oleh kru yang sama dari LOTR Trilogy, pekerjaan Peter Jackson kali ini difilmkan dengan kamera fusion 3D yang digunakan dalam film AVATAR. Bahkan selain menjadi sutradara dan produser, Jackson juga turut andil dalam menulis skenario bersama Fran Walsh, Philippa Boyens dan Guillermo del Toro. Fran Walsh juga ikut bertindak sebagai produser bersama Carolynne Cunningham.

Film dengan biaya produksi sebesar US$150 juta ini rencananya juga akan dirilis dalam format 3D, membuat penonton akan melihat tayangan yang sangat nyata. Kita tunggu saja bagaimana kisah dan aksi seru Bilbo bersama teman-temannya bulan Desember 2012 mendatang.




Sumber:
oktomagazine
[Read More...]


Sejarah Campur Fiksi, Jadinya Abraham Lincoln Vampire Hunter



Memadukan kisah sejarah dan fantasi? Ada-ada saja film baru yang disutradarai Timur Bekmambetov ini. Lucunya, menurut imdb, seminggu setelah film ini diluncurkan mengalami pelonjakan penonton hingga 136%. Mungkinkah karena ada nama Benjamin Walker, Dominic Cooper, dan Rufus Sewell sebagai pemeran? Entah.

 filmofilia.com


Abraham Lincoln Vampire Hunter adalah kombinasi biopik presidek ke-16 Amerika Serikat, Abraham Lincoln dan aksinya membasmi vampir. 

Lincoln lahir di kalangan pekerja kasar Amerika. Tak heran ia tumbuh sebagai remaja yang tangkas mengayunkan kapak untuk membelah kayu. Ibunya meninggal ketika masih bocah.

Riwayat muda Lincoln sesuai detail sejarah tersebut diramu dengan fantasi soal vampir yang sudah menemukan krim "tabir surya" sehingga tak takut lagi oleh sengatan sinar matahari. Lincoln kecil tumbuh dengan dendam untuk melawan vampir. Ia menyaksikan ibunya tewas digigit mahluk penghisap darah tersebut.


Dengan bantuan tutorial Henry (Dominic Cooper), maka Lincoln muda (Benjamin Walker) mahir menyulap kapak jadi senjata mematikan untuk memenggal vampir. Mata kapaknya dilapisi perak, gagangnya bisa menjadi senjata yang mengeluarkan peluru perak.

Ketika Lincoln dinobatkan sebagai presiden, kaum vampir sudah menguasai wilayah selatan Amerika. Karena itulah Lincoln membekal pasukan utara dengan peluru perak (pada bagian ini, perang saudara di Amerika - Utara dan Selatan - sebagai kisah sejarah dicampur dengan kekuasaan kaum Vampir. Penyebab perang sesungguhnya karena masalah perbudakan).

Perang berakhir dengan eksodus para vampir ke Eropa dan Asia. 

Wah, untungnya cerita ini hanya fiksi belaka, kalau tidak kita harus waspada karena banyak vampir di Asia...
[Read More...]


Brave, Putri Raja yang Tidak Biasa



Pixar akhirnya muncul lagi dengan film terbaru Brave, setelah tiga tahun lalu mennghadirkan Up. Pixar memang selalu menghadirkan berbagai karakter unik dalam setiap produksinya, mulai mobil yang bisa bicara (Cars), robot pembersih bumi (Wall-E), hingga tikus juru masak (Ratatouille).

 pgmcdn.net


Brave sendiri menggambarkan tokoh rekaan seorang perempuan - pertama kalinya bagi Pixar - yakni Merida, putri Raja Fergus (Billy Connoly) dan Ratu Elinor (Emma Thompson).

Jangan bayangkan Merida menjadi putri yang lemah lembut seperti Snow White atau Cinderella, atau juga Barbie. Putri raja yang satu ini justru tomboi dan pemberani. Hal ini mungkin saja terjadi karena Merida dibesarkan dalam keluarga yang tidak biasa.

Saat sang ibu mengasuh dengan kelembutan dan sisi feminim yang kental, sang ayah justru memberi kado ulang tahun sebuah busur panah. Terbukti bila Raja Fergus ingin anak gadisnya tumbuh lebih "liar" dan tangguh.

Merida tumbuh bersama tiga adik laki-lakinya, The  Triplets (Harris, Hubert, Hamish) - semua 4 bersaudara ini berambut merah -  yang kerap berlaku jahil dan liar. Puncaknya saat sang ibu ingin menikahkan Merida dengan salah satu putra pemenang sayembara, ia malah kabur dari kerajaan.

Merida lantas bertemu dengan seorang penyihir. Ia memohon mantra agar ibunya bisa lebih lunak kepadanya. Ternyata, mantra tersebut malah berakibat buruk pada Merida, dan ia harus bertanggung jawab terhadap perbuatannya.

Selanjutnya, ya tonton sendiri...



Film teranyar Pixar ini tampaknya tidak sebanding dengan film-film pendahulunya, tak ada dialog-dialog dahsyat yang bisa membuat kita terinspirasi untuk memakainya sebagai slogan, tak seperti yang pernah dihadirkan Pixar pada Rattatouille, atau Up.

Lantaran itulah, kita akan lebih terhibur dengan unsur petualangan dan aksi yang kental, plus unsur humor nan kental sebagai penghibur hingga akhir cerita.

Brave masih layak ditonton buat kamu selama menikmati masa liburan sekolah. Setidaknya kita bisa berkaca, bahwa jodoh memang seharusnya tidak ditentukan orang tua layaknya jaman Siti Nurbaya dulu.




[Read More...]


Memetik Teladan Humanis dari Uskup yang Pahlawan, Soegija



Akhirnya Soegija resmi diluncurkan juga hari Kamis (07/06) lalu. Sudah tak sabar saya ingin menulis tentang film ini. Mengapa? Film ini sarat sisi humanis, tempat kita belajar kebaikan dan mencintai sesama tanpa menghadirkan fanatisme pada kepercayaan tertentu.


Kelemahan bangsa yang heterogen, namun terdapat golongan mayoritas yang penuh dogma tanpa pemahaman jernih sering mengakibatkan hegemoni atau rasa berkuasa berlebihan. Nah, film Soegija ini mengajak kita memandang hubungan sesama manusia (habluminannas) tanpa memunculkan tendensi negatif dan menyerang kepercayaan lain.

Soegija, atau lengkapnya Monsinyur Albertus Sogijapranata SJ, adalah uskup pribumi pertama di Indonesia. Ditahbiskan tahun 1940 -- hingga 1949, menjadi pengayom rakyat ketika kondisi negara ini penuh gejolak revolusi, sejak pendudukan Jepang hinga awal masa kemerdekaan.

Peran sertanya dalam meringankan beban penderitaan rakyat di tengah kekacauan perang, ia tuangkan dalam catatan hariannya. Kisah itulah yang diangkat kembali oleh Garin Nugroho. Memang, betapa besar peran Romo Soegija (bila boleh saya menyebutnya) di semua tingkat, baik politik lokal, nasional dan internasional.

Berkat 'teladan' Soegija bisa membawa ketenangan pada masyarakat, Presiden Soekarno memberikan penghargaan dengan gelar Pahlawan Nasional.

Beginilah seharusnya seorang tokoh agama berperan di tengah publik. Tingginya ilmu agama yang dimiliki, tidak ditularkan pada orang banyak dengan nada kemarahan, fanatisme, bahkan malah membuat provokasi yang semakin mendidihkan hati rakyat yang sedang gundah. Tetapi, menjadi pengayom... itulah semestinya yang dilakukan orang-orang berilmu agama tinggi.



Tak heran, Republika memuat kabar Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Utara menggelar 'nobar' (nonton bareng) saat film ini diputar perdana di Manado, Kamis silam.

"Melalui film ini kita banyak belajar tentang nlai-nilai pluralisme, kebangsaan, humanisme dan multikultural," kata Benny Ramdani, Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Sulut.

Semoga, kita pun mendapat inspirasi yang sama setelah kamu menyaksikan film ini. Ya, memiiki iman yang kuat memang harus dicapai oleh setiap orang. Toh, bukan berarti iman menjadi tembok tinggi yang menutup mata hati kita hanya karena orang lain beda kepercayaan.

Film Penuh Tokoh
Soegija adalah film drama epik sejarah dari Indonesia yang disutradarai oleh sutradara senior Indonesia Garin Nugroho, dibintangi oleh budayawan Nirwan Dewanto yang memerankan tokoh pahlawan nasional Albertus Soegijapranata. Dengan anggaran sekitar Rp 12 Miliar, film ini menjadi film termahal yang disutradarai Garin Nugroho.

Film ini diproduksi dengan format film perjuangan yang mengambil cerita dari catatan harian tokoh Pahlawan Nasional Mgr. Soegijapranata, SJ dengan mengambil latar belakang Perang Kemerdekaan Indonesia dan pendirian Republik Indonesia Serikat pada periode tahun 1947 – 1949.

Film ini juga menampilkan tokoh-tokoh nasional Indonesia lain, seperti Soekarno, Fatmawati, Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, Sri Sultan Hamengkubuwana IX, Sri Paku Alam VIII, Jenderal Soedirman, Soeharto, dll.

Trailer:








Sumber:
[Read More...]


Kembali ke Tahun 69 Bersama MIB 3



Film Men in Black 3 sedang ramai diperbincangkan. Masih menampilkan Will Smith dan Tommy Lee Jones, apa lagi yang menarik dari film soal dunia alien ini?

Sangat susah bagi sebuah film layar lebar yang dibuat berseri hingga tiga kali untuk bisa sukses di tengah pasar. Berbeda dengan trilogy Lord of The Ring, Star Wars, atau seri panjang Harry Potter dan Pirates of Caribean yang memiliki kesinambungan dalam setiap film, tentu MIB 3 tak bisa disamakan. Film ini justru lebih sebanding dengan Rambo, Rocky, atau Saw yang juga terus diproduksi

.
 Source: terapad.com

Jadi, apa yang menarik dari MIB 3? Pastinya sutradara Barry Sonnenfeld dan penulis skenario Etan Cohen harus bekerja keras agar MIB 3 tetap mengundang penasaran penontonnya.

Tampaknya, Barry dan Etan membungkus MIB 3 dengan cara berbeda. Mereka mengajak kita bernostalgia (tepatnya melihat masa lalu) ke akhir tahun 60-an ketika kecanggihan teknologi belum berkembang pesat. Dengan setting itulah kelucuan-kelucuan dibangun agar penonton tetap betah menyaksikan sampai akhir.

Diceritakan tokoh antagonis Boris the Animal (Jemaine Clement) kabur dari penjara di bulan. Tokoh jahat ini dulu pernah dibuat buntung tangannya oleh Agen K (Tommy Lee Jones) hingga tinggal separuh.

Untuk membalas dendam, Boris menggunakan mesin waktu kembali ke tanggal 15 Juli 1969 atau sehari sebelum Agen K memotong tangannya. Tujuannya, Boris ingin membunuh Agen K.

Source: terapad.com

 
Sementara di masa kini, Agen K dan Agen J (will Smith) sedang bertengkar tentang rahasia besar yang disembunyikan Agen K. Pertengkaran itu tidak selesai hingga esok harinya, saat Agen J datang ke kantor MIB mencari Agen K, ternyata tidak ada seorang pun yang mengetahui keberadaan Agen K.

Lebih parahnya, bos MIB, Agen O (Emma Thompson) mengatakan kalau Agen K sudah meninggal 40 tahun lalu.

Berawal dari cerita tersebut, Agen J menyusul Boris ke tahun 1969 guna menyelamatkan Agen K. Di masa tersebut, Agen J bertemu Agen K muda (diperankan oleh Josh Brolin). Mulailah berbagai kelucuan khas MIB terjalin, dan tentunya kita akan jarang melihat senjata-senjata mutakhir di tahun tersebut.

Film ini menjadi menarik pada akhir cerita, karena kita akan mengetahui rahasia yang Agen K sembunyikan selama ini. Kita akan tahu mengapa ada ikatan yang kuat secara emosional antara Agen K dan Agen J.

Penasaran? Silahkan tonton filmnya. Namun, apakah film ini layak dapat bintang...hmmm, rasanya terserah penilaian kalian.

Trailer




Sumber: IMDB, Seputar Indonesia
[Read More...]


Tokoh di The Avengers yang Kurang Top



Film apa yang minggu ini sedang hype? Pasti banyak yang setuju: The Avengers. Film tentang gerombolan superhero ini memang berhasil menjerat penonton. Langsung masuk Box Office saat beredar.
  

Pada versi asli, di dalamnya ada Iron Man, Hulk, dan Captain Amerika serta jagoan lainnya yang mungkin belum kita ketahui. Siapa sajakah?

 
Ant-Man
 

Di balik sosok jagoan yang satu ini sebenarnya seorang doktor biokimia, Henry Pym. Ia menemukan partikel sub atomik dan diujicoba pada dirinya sendiri. Hasilnya, ia langsung mengkerut seukuran semut.
 
Tapi jangan salah, ia juga bisa mengubah ukurannya jadi raksasa setinggi 6 meter dan namanya langsung berganti jadi Giant-Man.
 
Pakaiannya terbuat dari bahan khusus yang bisa mengkerut dan membesar. Lebih keren dari Hulk, kan? Kalau si monster hijau selalu membuat pakaiannya robek saat jadi raksasa.

 
The Wasp
 

Wanita ini bernama Janet van Dyne, putri dari Vernon van Dyme -- rekan Henry Pym -- yang tewas dibunuh alien jahat. Nah, Janet diberi obat oleh Henry sehingga bisa berubah jadi serangga. Maka jadilah ia wanita lebah alias The Wasp. 
 
Sayangnya, dua tokoh Ant-Man dan The Wasp tidak diikutsertakan dalam film The Avengers. Padahal mereka ada di versi originalnya.

 
Black Widow
 

Alias Natasha Romanoff. Karakter ini sudah diperkenalkan dalam film Iron Man 2 (pemeran: Scarlet Johansson).
 
Natasha adalah agen rahasia Uni Soviet. Awalnya ia diberi  tugas melumpuhkan Iron Man, namun akhirnya membelot ke pihak Amerika dan bergabung dalam kelompok The Avengers.

 
Hawkeye
 

Nama aslinya Clint Barton. Sejak kecil ia bergabung dengan sebuah sirkus dan di sanalah ia mengasah keterampilan memanahnya.
 
Suatu kali ia bertemu Black Widow dan langsung jatuh cinta. Awalnya, Hawkeye diperalat si janda hitam tersebut untuk membantu melawan Iron Man. Namun, setelah Black Widow membelot, akhirnya Hawkeye ikut bergabung di The Avengers.


 


Sumber:
FHMmagazine

Foto:
[Read More...]


Lovely Man, Film Indonesia yang Meraih Banyak Penghargaan



Cahaya (Raihaanun Soeriaatmadja) adalah seorang gadis 19 tahun yang mencari ayahnya di Jakarta. Ia merupakan lulusan pesantren yang sedang menghadapi masalah. Cahaya ditinggal oleh ayahnya Saiful (Donny Damara) sejak umur empat tahun.



Pertemuan antara Cahaya dan Saiful di jalan tempat ayahnya bekerja. Kemudian membuka dialog diantara mereka yang terputus selama 15 tahun.

Namun Cahaya mendapati kenyataan bahwa ayahnya adalah seorang transgender. Kekecewaan pun melanda Cahaya yang awalnya membayangkan ayahnya adalah seorang ayah ideal.
Bagaimana kelanjutannya? Tentu lebih seru bila menonton sendiri :-)



Kritik pedas
Kisah soal transgender memang banyak mendapat kritikan dari segolongan masyarakat, karena mengangkat tema yang (lagi-lagi) soal 'banci'. Sayangnya, kritikan tersebut hanya melihat kulit luarnya sebelum jadi penyaksi rangkaian kisah di dalamnya.

Karena sesungguhnya segi kemanusiaan banyak dibahas dalam film ini. Kita akan diajak memahami perasaan seorang anak yang kecewa, perjuangan sang ayah transgender agar bisa 'merangkul' hati sang anak, dan sebagainya.

Film ini harus dipahami dengan kacamata jernih, dan sebaiknya mendampingi anak kalau ada rencana menonton bersama.

Prestasi
Film 'Lovely Man' disutradarai oleh Teddy Soeriaatmadja, dan berhasil mendapatkan berbagai macam penghargaan di sejumlah festifal film internasional.

Teddy tak menyangka filmnya mendapat apresiasi tinggi. Dia menceritakan awal mula filmnya bisa ikut di festival film internasional. Setelah selesai syuting, ia minta pendapat dari temannya apakah film itu pantas ditonton publik luar.

"Kata teman, pantas. Akhirnya dibawa ke Busan. Karena di Busan dapat review yang bagus, dicaplok juga ke festival lain. Sampai sekarang jalan terus," ungkap teddy dikutip dari detikHot.

'Lovely Man' memang bergantung pada karakter yang kuat, di samping jalan ceritanya. Teddy pun merasa cukup puas karena telah memilih Donny Damara dan istrinya sendiri Raihaanun sebagai dua elemen penting di filmnya.

Lewat perannya di film itu, Donny berhasil meraih Best Actor mengalahkan Andy Lau di Asian Film Awards yang digelar di Hong Kong pada Maret lalu. Selain itu, 'Lovely Man' juga menang Best Director dan Best Film di Festival Film Palm Spring di AS.



Sumber:
yaiyalah.net
[Read More...]


Battleship: Aksi Pertempuran Laut yang Dahsyat



Kisah serangan alien terhadap bumi sepertinya masih menjadi tema yang menarik bagi sineas Hollywood. Jika sebelumnya pertarungan selalu terjadi di darat dan udara, kini sutradara Peter Berg akan membawa pertempuran hebat antara alien melawan manusia di atas laut lewat film Battleship.


Kisah Battleship dimulai saat ilmuwan NASA menemukan sebuah planet G yang diperkirakan serupa dengan bumi.

Untuk mengetahui reaksi planet tersebut, NASA mengirimkan sinyal secara rutin ke Planet tersebut. Namun percobaan itu akhirnya membawa petaka bagi Bumi.

Sebuah benda asing yang diyakini berasal dari planet G mendatangi bumi dan tepat jatuh di samudra pasifik atau tepatnya dekat markas Angkatan Laut Amerika di Pearl Harbour, Hawaii. Dari sinilah dimulai pertempuran laut nan hebat dan menegangkan.

Aksi pertempuran laut ini juga melibatkan angkatan laut dari Jepang yang memang saat itu sedang melakukan RIMPAC (Rim of the Pacific Exercise) atau olimpiade khusus para angkatan laut yang saat itu diikuti oleh Amerika serikat sebagai tuan rumah, Jepang, Australia, Kanada, dan Malaysia.


Di Battleship Peter Berg benar-benar memanjakan penonton lewat aksi pertempuran lautnya. Anda akan dibawa berimajinasi saat perang antara manusia dan alien yang selama ini didominasi dengan aksi di darat dan udara kini menuju samudera yang luas.

Namun tidak hanya pertempuran laut saja yang ditawarkan di Battleship. Unsur drama pun tersaji lewat kisah Alex Hopper (Taylor Kitsch) dan Samantha (Brooklyn Decker). Alex yang awalnya adalah pemuda tak bertanggung jawab akhirnya terpaksa masuk angkatan laut atas paksaan kakaknya Stone Hopper (Alexander SkarsgÄrd). Hal ini akan digambarkan pada awal-awal film.

Alex yang sering berulah pun harus menerima fakta bahwa ia akan dikeluarkan dari Angkatan laut setelah RIMPAC selesai. Namun semua itu berubah saat ia akhirnya menjadi sosok penting dibalik pertempuran dengan para alien.


Satu lagi yang mencuri perhatian adalah aksi Rihanna sebagai Raikes turut menyumbang menariknya Battleship.

Official Movie Trailer :

Sumber :
21cineplex.com
[Read More...]


The Lady, Menghayati Perjuangan Suu Kyi



Mungkin saat ini penduduk Myanmar sedang terserang euforia. Pasalnya pahlawan mereka, Aung San Suu Kyi dipastikan menang dalam pemilihan parlemen Myanmar, Senin (2/4). Buah dari sebuah perjuangan lebih dari 20 tahun mulai menampakkan titik terang.

Kita di Indonesia memang hanya bisa mengikuti berita soal perjuangan San Suu Kyi dari media, tanpa tahu bagaimana ibu dua anak ini harus menjalani hari-harinya dalam tekanan nan hebat dari pihak militer negerinya.


Nah, untuk meresapi - dan mungkin terinspirasi - seorang Aung San Suu Kyi, kita bisa melihat filmnya yang mulai tayang di layar lebar.

The Lady, demikian judul film yang mengangkat perjuangan Aung San Suu Kyi, seorang aktivis prodemokrasi Myanmar dan pemimpin National League for Democracy (NLD).

Ia dibebaskan secara resmi oleh junta militer Myanmar pada tanggal 13 November 2010 setelah mendekam sebagai tahanan rumah selama 15 tahun dari 21 tahun masa penahanannya sejak pemilihan umum tahun 1990.


Dalam kisah berdurasi 132 menit ini, diceritakan tentang Aung San Suu Kyi (Michelle Yeoh) harus pulang ke Myanmar karena ibunya sakit parah.

Siapa sangka, kepulangannya tersebut menjadi titik tolak dari sebuah perjuangan panjang sang legenda hidup Myanmar ini. Ia harus merasakan kuatnya tekanan pemerintah junta militer sepanjang dua dekade berikutnya.


Suu Kyi adalah anak dari pahlawan Myanmar, Aung San, yang merundingkan kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1947, dan dibunuh oleh saingannya pada tahun yang sama. Aung San Suu Kyi tumbuh bersama ibunya, Khin Kyi, dan dua saudara laki-laki.

Saat dewasa Aung San Suu Kyi menikah dengan Dr. Michael Aris (Dwavid Thewlis).Sesungguhnya, ia sudah hidup bahagia bersama suami dan dua anak lelakinya di Inggris.

Tahun 1988, ketika dunia sedang ramai memberitakan tindakan represif militer Myanmar terhadap demo para mahasiswa, Aung San Suu Kyi menerima telepon yang mengabarkan bahwa ibunya di Myanmar sakit. Ia pun harus pulang ke tanah airnya seorang diri.

Saat di bandara, pihak imigrasi rupanya tahu siapa Aung San Suu Kyi. Khawatir dia akan melakukan tindakan yang tidak diinginkan pihak militer, negara pun mulai memata-matai kegiatannya.

Di rumah sakit, kekejaman pihak militer terhadap mahasiswa yang selama ini dilihat Aung San Suu Kyi di televisi  terjadi di depan matanya. Dia melihat pihak militer menarik paksa mahasiswa dari rumah sakit dan menembak mati yang melawan.

Kesadaran Aung San Suu Kyi bangkit dan harus melawan, walau awalnya tak tahu harus mulai dari mana. Di saat yang sama, para akademisi dan mahasiswa mengetahui keberadaannya dan segera meminta wanita kelahiran 19 Juni 1945 ini menjadi pemimpin mereka untuk mengakhiri kekuasaan militer di Myanmar.


The Lady berhasil menggiring emosi pemirsa ikut merasakan betapa kerasnya tekanan yang mendera Aung San Suu Kyi. Tinggal sendiri di Myanmar sementara keluarganya di Inggris, berdiri dengan gagah ketika todongan senjata ada di depan mata, terkena tahan rumah tanpa seorang pun boleh menemuinya, hingga sambungan telepon yang diputus pemerintah.

Siapa sangka, di tangan sang sutradara Luc Besson, film ini berhasil menemui karakternya. Maklum, Luc Besson lebih dikenal dengan film-film beraroma maskulin semacam Taxi atau pun Transpotter. Peran aktris utama, Michelle Yeoh pun terasa kental untuk menghidupkan The Lady.


Film ini cukup layak menjadi inspirasi tentang makna sebuah perjuangan, dan keteguhan selama mengalami hantaman dari berbagai sisi. Bagaimanapun, tetap ada sisi optimis bahwa, sebuah perjuangan - seberat apa pun - pada akhirnya akan memberi hasil yang positif, apalagi bila dilandasi oleh cinta.

Trailer





--------------------------


Sumber foto:
[Read More...]


Radikalisme Bukan Milik Islam




Ini adalah cerita paling 'renyah' dari sineas Garin Nugroho. Sederhana, namun menyiratkan banyak makna. Diambil dari kisah nyata tentang kehidupan orang-orang yang terjebak dalam fundamentalisme agama. 

Tiga kisah tentang orang yang terjerat dalam gerakan Islam radikal. Kisah ini mengalir seperti omnibus yang masing-masing cerita saling tidak berhubungan, namun memiliki kesamaan kisah.


Cerita pertama tentang Ada Rima (Eka Nusa Pertiwi), seorang gadis yang sedang gundah dalam pencarian identitas. Dalam kegamangannya, ia terlibat dalam Negara Islam Indonesia (NII). Bagaimana proses perekrutan, doktrinasi, dan sulitnya mempertahankan keyakinan menjadi jalan panjang yang dipaparkan dalam bagian pertama film ini.

Cerita kedua masih tentang NII, Asimah (Jajang C. Noer), seorang ibu yang kehilangan anak satu-satunya: Aini. Anaknya menjadi korban penculikan orang-orang dari kelompok Islam Fundamentalis. Parahnya, penculikan itu berlangsung ketika Asimah tengah berada pada proses perceraian. Asimah jadi kian frustasi. 


Namun, dia tidak mau kehilangan lagi orang yang dicintainya. Perjuangan Asimah untuk menelusuri jejak kehidupan anaknya, demi mencari anaknya, menjadi cerita utama. Dan ketika akhirnya anaknya pulang, Asimah tak lantas bernafas lega. Persoalan lain masih membayangi keluarga kecilnya tersebut.

Cerita ketiga tentang Jabir (M. Dinu Imansyah), seorang remaja yang merelakan diri menjadi pengebom bunuh diri karena terdorong oleh kondisi keluarga dan kesulitan ekonomi. Jabir dikeluarkan dari pesantren di mana dia menuntut ilmu. Impiannya adalah membuat ibunya bangga. Ketika Jabir mendapat tawaran sebagai pelaku bom bunuh diri, batinnya mantap karena dijanjikan menjadi pembuka pintu surga ibunya.

Trailer

Di akhir cerita, penjelasan tentang radikalisme dalam berbagai agama yang dirangkum dari berbagai sumber menjadi referensi penonton untuk memahami isi film ini. 

Meskipun diambil dari kisah nyata, namun kemampuan akting pemainnya membuat film ini jauh dari kesan dokumenter. Terlebih, Garin masih sempat meletakkan lelucon sebagai penyegar suasana dalam film yang temanya tak ringan ini.



Sumber:

[Read More...]


Belajar Mencintai Lingkungan dengan Animasi



Seperti apa rasanya hidup di kota tanpa ada tumbuhan asli, melainkan pohon plastik? Pepohonan dan semak-semak yang ada di seantero kota merupakan balon plastik. Tingkah laku penduduknya selalu diawasi secara diam-diam dengan berbagai CCTV.
 

Penguasa kota, sang walikota, dengan usaha korporatnya menjual udara bersih dalam botol kepada penduduk kota.

Di salah satu pemukiman, Ted Wiggins (Zac Efron),  anak berusia 12 tahun yang tinggal di kota buatan tersebut (Thneed-Ville). Pada suatu hari, seorang gadis bernama Audrey (Taylor Swift) bermimpi melihat pohon masa lalu. Demi sang pujaan hati, Ted pun mencari tahu apa yang diinginkan gadis itu.


Berdasar info dari sang nenek, Ted pergi ke luar kota menemui Once-ler. Dari pertemuan itu, Ted mengenal Lorax (Danny DeVito), sang penjaga pohon. Hingga kemudian Ted dibuat sadar mengenai kondisi bumi yang sangat berbeda dengan Thneed-Ville. Misi penting pun harus Ted jalankan demi memperbaiki kesalahan yang terjadi.

Bagaimana hasilnya? Kisah lengkapnya bisa lihat di film “Dr. Seuss The Lorax” dari Universal Pictures, film animasi yang diadaptasi dari buku anak-anak dengan judul sama.


Pesan moral yang disampaikan cukup mengena, yakni mengajak anak-anak (dan semua orang tanpa ada batasan usia) untuk menghargai serta menjaga lingkungan hidup. Yang kedua, mengilhami kita untuk hidup bersahaja, tidak menjadi materialistik.

Pesan ini sengaja diangkat mengingat perkembangan teknologi sekarang yang bisa menjauhkan anak-anak kehilangan interaksi dengan alam.


Namun, tak ada film yang sempurna. The Lorax juga memiliki kelemahan, setidaknya demikian pendapat para kritikus. Misalnya seperti yang ditulis seorang kritisi dalam harian NY DailyNews, “Apakah saya belum menyebutkan film ini mempromosikan puluhan produk perusahaan - termasuk sebuah SUV?”

Ya, film yang mengajarkan untuk tidak menjadi materialistis ini malah terjebak dalam promosi iklan itu sendiri.

Well, setidaknya film animasi ini masih cocok untuk mengajarkan anak-anak agar peduli pada lingkungan. Selamat menonton!




sumber:
http://www.youtube.com/
[Read More...]


Hugo Bukan Sekadar Petualangan



Hugo merupakan film dengan gambar yang indah, jalinan ceritanya bagus, dan membuat penonton mengerti tentang, "apakah fungsiku (manusia) di dunia ini?".

Tak salah rasanya jika Hugo meraih 5 piala - best cinematography, art direction, special effects, film editing, dan sound editing - di ajang Academy Awards 2012 (Piala Oscar). Film ini punya daya pikat visualisasi yang kuat. Apalagi saat menontonnya dalam format 3 dimensi, dijamin mata bakal terperdaya melihatnya.

Dari awal, dengan teknik one shot yang dramatis, penonton disuguhi suasana hiruk pikuk di stasiun kereta; saat musim dingin bersalju. Sementara, jauh di atas sana, di balik jam dinding besar stasiun, seorang bocah bernama Hugo Cabret (Asa Butterfield) mengintip suasana riuh tersebut.

Bocah ini memang tinggal sendirian di stasiun kereta Paris tersebut. Ayahnya (Jude Law) telah meninggal, sehingga pamannya tinggal satu-satunya keluarga tersisa yang mengasuh Hugo. Setiap hari tugas Hugo adalah mengoperasikan jam besar tersebut.

Sayangnya, sang paman tiba-tiba menghilang. Terpaksa Hugo tinggal sendiri. Ia harus mencuri makanan untuk bertahan hidup sekaligus bermain kucing-kucingan dengan petugas stasiun yang ingin mengirimnya ke rumah panti asuhan.

Sang ayah mewarisi Hugo sebuah robot untuk diperbaiki. Hugo yakin robot inilah yang bisa memberi jawaban atas pertanyaannya tentang kesendiriannya tersebut. Karena itulah ia sering mencuri suku cadang di toko mainan milik Georges Melies (Ben Kingsley).

Hugo memang kerap bertanya pada dirinya sendiri, "apakah fungsiku di dunia ini?". Tak heran, kepada teman karibnya, seorang gadis yang selalu mengidamkan dunia petualangan, Isabelle (Chloe Grace Moretz) Hugo berkata, "Mesin selalu dibuat dengan suku cadang sesuai kebutuhannya. Tak ada suku cadang tambahan lainnya. Jadi, aku jelas bukan suku cadang tambahan. Aku ada di sini pasti karena suatu alasan."

Misteri yang dihadapi Hugo dengan pertanyaan filosofisnya memaksa penonton untuk terus mengikuti kisah petualangan Hugo bersama Isabelle. Duet keduanya tak cuma berhasil menciptakan film petualangan nan segar, tapi memberi pemaknaan yang dalam saat misteri akhirnya terpecahkan.


Film besutan sutradara Martin Scorsese (ingat film Gang of New York) dan penulis John Logan (film Gladiator) menghasilkan perpaduan gambar plus cerita yang sangat cantik. Walaupun, tetap saja ujungnya berakhir bahagia (happy ending) khas film-film Holywood.

Penasaran? Longok dulu trailer berikut sebelum bergegas ke gedung bioskop.


Oh ya, film ini mengadaptasi novel The Invention of Hugo Cabert karya Brian Selznick, 2007. Dan, kisah tentang pemilik toko mainan, Georges Melies, merupakan tokoh nyata.


Sumber: Seputar Indonesia
[Read More...]


 

Categories

Recent Comments

Popular Posts

Return to top of page Copyright © 2010 | Platinum Theme Converted into Blogger Template by HackTutors