Cara Radiasi Nuklir Membunuh Anda



Seandainya penjahat meledakkan senjata nuklir, apa yang akan terjadi pada manusia? Kota mati Chernobyl, Ukraina Utara bisa menjadi gambaran keganasan ancaman nuklir.

Dosis besar radiasi nuklir dalam jangka pendek bisa menyebabkan Sindrom Radiasi Akut (ARS) atau keracunan radiasi.

Chernobyl Disaster April 26 1986

Keganasan gejala ARS ini tergantung tingkat paparan yang mengenai Anda. Cara mengukur dosis radiasi ini bisa menggunakan satuan unit Grays (Gy). Rata-rata paparan radiasi selama beberapa detik dari pemeriksaan dengan sinar X yakni 0,0014 Gy. Ini termasuk dosis rendah yang disarankan.

Apabila Anda terkena dosis rendah, radiasi kisaran 0,35 Gy, Anda akan terserang flu. Efek samping lain bisa mengalami pusing, mual, muntah, lemas, dan demam.

Jika tubuh terkena dosis yang lebih tinggi, sekitar 1 hingga 2 Gy, sel darah mulai mati. Sistem imunitas tubuh menurun akibat kekurangan sel darah putih, kekurangan trombosit membuat pendarahan tidak terkontrol, dan anemia akibat menurunnya sel darah merah menjadi ancaman selanjutnya.

Tapi, kondisi seseorang bisa dipulihkan pada tahap ini. Transfusi darah dan obat antibiotik dapat menjadi solusi.

Jika menerima paparan radiasi lebih dari 2 Gy, Anda akan mengalami luka terbakar yang aneh pada kulit. Kondisi ini disebut sebagai radiodermatitis akut. Dampaknya termasuk bercak merah, kulit mengelupas, dan bisa juga melepuh.

Kondisi buruk ini diperkirakan muncul dalam waktu 24 jam. Dosis 4 hingga 8 Gy bisa berakibat fatal. Tapi, jalan menuju kematian masih bervariasi tergantung tingkat paparan.

Pasien pada level ini akan mengalami muntah, diare, pening, dan demam. Tanpa perawatan, seseorang hanya tinggal menunggu maut dalam beberapa minggu setelah terkena paparan.

Kondisi fatal ini pernah terjadi. Ahli fisika, Louis Slotin, meninggal karena ARS ketika melakukan penelitian Proyek Manhattan pada 1946. Slotin terkena paparan radiasi dengan dosis yang diperkirakan 10 Gy dari sinar gamma dan sinar X.

Dengan dosis sebesar itu, dia tidak bisa bertahan hidup. Bahkan, pengobatan modern seperti transplantasi sumsum tulang belakang juga tidak bisa mengubah nasibnya.

Pasien yang terkena radiasi antara 8 hingga 30 Gy akan mengalami mual. Dalam waktu satu jam, pasien akan mengalami diare parah. Mereka akan meninggal dalam dua hari hingga dua minggu.

Menyerap dosis lebih besar dari 30 Gy menyebabkan kerusakan sistem saraf. Dalam hitungan menit, pasien akan menderita muntaber parah, pening, pusing, hingga pingsan. Kejang dan tremor sudah menjadi ancaman umum. Pasien juga akan kehilangan kontrol gerak otot. Hanya butuh 48 jam, radiasi nuklir langsung mencabut nyawa korbannya.

Model perkiraan tingkat bahaya paparan radiasi jangka panjang masih kontroversial. Menurut Gizmodo, model yang paling diterima secara luas menunjukkan pengaruh radiasi yang menyerang sebagian besar orang.

Radiasi tingkat rendah justru menjadi sumber radiasi paling berbahaya. Kendati ARS memberi gambaran menakutkan, terbunuh perlahan ini yang lebih perlu Anda khawatirkan.

Sumber :
viva.co.id
[Read More...]


Misteri dan Rahasia Adzan Shalat Subuh




"Ash shalaatu khairun minan naum"

Jika kita terjemahkan, akan berarti "Sholat itu lebih baik daripada tidur". Tetapi coba perhatikan baik baik. Mengapa kalimat itu hanya dikumandangkan saat adzan subuh saja?

Dalam kalimat itu Allah SWT ternyata sedang memberikan isyarat kasih sayangnya pada kaum muslimin, sebuah isyarat yang sering kita abaikan maknanya.

Lalu mengapa isyarat itu justru dikumandangkan hanya pada adzan shalat subuh, tatkala kita semua sedang terlelap, dan bukan pada adzan untuk shalat lain?


Penjelasan Ilmiahnya:

Pada studi MILIS, studi GISSI 2 dan studi-studi lain di luar negeri, yang dipercaya sebagai suatu penelitian yang shahih mendapati sebuah kesimpulan jika puncak terjadinya serangan jantung sebagian besar dimulai pada jam 6 pagi sampai jam 12 siang.

Mengapa demikian? Karena pada saat itu sudah terjadi perubahan pada sistem tubuh dimana terjadi kenaikan tegangan saraf simpatis (istilah Cina:Yang) dan penurunan tegangan saraf parasimpatis (YIN).


Tegangan simpatis yang meningkat akan menyebabkan kita siap tempur, tekanan darah akan meningkat, denyutan jantung lebih kuat dan sebagainya.

Pada tegangan saraf parasimpatis yang meningkat maka terjadi penurunan tekanan darah, denyut jantung kurang kuat dan ritmenya melambat. Terjadi peningkatan aliran darah ke perut untuk menggiling makanan dan berkurangnya aliran darah ke otak sehingga kita merasa mengantuk, pokoknya yang cenderung kepada keadaan istirahat.

Pada pergantian waktu pagi buta (mulai pukul 3 dinihari) sampai siang itulah secara diam-diam tekanan darah berangsur naik, terjadi peningkatan adrenalin yang berefek meningkatkan tekanan darah dan penyempitan pembuluh darah (efek vasokontriksi) dan meningkatkan sifat agregasi trombosit (sifat saling menempel satu sama lain pada sel trombosit agar darah membeku) walaupun kita tertidur.

Aneh bukan? Hal ini terjadi pada semua manusia, setiap hari termasuk Anda dan saya maupun bayi Anda. Hal seperti ini disebut sebagai ritme Circardian / Ritme sehari-hari, yang secara kodrati diberikan Allah SWT kepada manusia.

Furchgott dan Zawadsky pada tahun 1980 dalam penelitiannya mengeluarkan sekelompok sel dinding arteri sebelah dalam pada pembuluh darah yang sedang diselidikinya (dikerok).


Pembuluh darah yang normal yang tidak dibuang sel-sel yang melapisi dinding bagian dalamnya akan melebar bila ditetesi suatu zat kimia yaitu Asetilkolin.

Pada penelitian ini terjadi keanehan, dengan dikeluarkannya sel-sel dari dinding sebelah dalam pembuluh darah itu, maka pembuluh tadi tidak melebar kalau ditetesi asetilkolin.

Penemuan ini tentu saja menimbulkan kegemparan dalam dunia kedokteran.

"Jadi inilah yang menentukan melebar atau menyempitnya pembuluh darah, suatu penemuan baru yang sudah sekian lama, sekian puluh tahun diteliti tapi tidak ketemu".

Penelitian itu segera diikuti penelitian yang lain diseluruh dunia untuk mengetahui zat apa yang ada didalam sel bagian dalam pembuluh darah yang mampu mengembangkan / melebarkan pembuluh itu. Dari sekian ribu penelitian maka zat tadi ditemukan oleh Ignarro serta Murad dan disebut NO/Nitrik Oksida.

Ketiga peneliti itu Furchgott dan Ignarro serta Murad mendapat hadiah NOBEL tahun 1998.

Zat NO selalu diproduksi, dalam keadaan istirahat tidur pun selalu diproduksi, namun produksi dapat ditingkatkan oleh obat golongan Nifedipin dan nitrat dan lain-lain tetapi juga dapat ditingkatkan dengan bergerak dan olahraga.

Efek Nitrik oksida yang lain adalah mencegah kecenderungan membekunya darah dengan cara mengurangi sifat agregasi / sifat menempel satu sama lain dari trombosit pada darah kita.

Jadi kalau kita kita bangun tidur pada pagi buta dan bergerak, maka hal itu akan memberikan pengaruh baik pada pencegahan gangguan kardiovaskular.

Naiknya kadar NO dalam darah karena exercise, yaitu wudhu dan shalat sunnah dan wajib, apalagi bila disertai berjalan ke mesjid merupakan proteksi bagi pencegahan kejadian kardiovaskular, tanpa manusia menyadarinya.


Selain itu patut dicatat bahwa pada posisi rukuk dan sujud terjadi proses mengejang, posisi ini meningkatkan tonus parasimpatis (yang melawan efek tonus simpatis).

Dengan exercise, tubuh memproduksi NO untuk melawan peningkatan kadar zat adrenalin di atas yang berefek menyempitkan pembuluh darah dan membuat sel trombosit darah kita jadi bertambah liar dan saling merangkul.


Sejak awal kedatangan Islam, Allah menyerukan shalat subuh. Hanya saja Allah tidak secara jelas menyatakan manfaat akan hal ini karena tingkat ilmu pengetahuan manusia belum sampai dan masih harus mencarinya sendiri walaupun harus melalui rentang waktu ribuan tahun.

Petunjuk bagi kemaslahatan umat adalah tanda kasih-Nya pada hamba-Nya. Bukti manfaat instruksi Allah baru datang 1400 tahun kemudian. Allahu Akbar.


Sumber :
zonapencarian.blogspot.com
- Buku Misteri Rahasia Adzan Shalat Subuh
[Read More...]


Ilmuwan Sukses 'Hidupkan' Benda Mati




Para peneliti asal Amerika Serikat memberikan kehidupan pada benda mati. Makhluk pertama ini berupa ubur-ubur.

Diwartakan UPI, para peneliti di Harvard University dan California Institute of Technology, AS mengklaim keberhasilannya ini merupakan bukti konsep untuk rekayasa balik ragam organ otot dan bentuk kehidupan sederhana.

Ubur-ubur yang dijuluki sebagai 'Medusoid' ini mampu bergerak sendiri di air dengan cara sama pada jantung manusia yang memompa darah ke seluruh tubuh.

"Pada 2007 saya mengalami kegagalan. Kemudian saya terus mencari organisme laut yang memompa dirinya untuk hidup. Kemudian saya melihat ubur-ubur dan segera mencatat kesamaan dan perbedaannya dengan jantung manusia," kata ahli rekayasa bio, Profesor Kit Parker.

Para peneliti ini menggunakan lembaran yang terbuat dari jaringan otot tikus yang mampu berkontraksi saat distimulasi dengan listrik.

"Saya terkejut melihat 'makhluk' dari silikon ini bisa berenang layaknya ubur-ubur nyata," katanya.


Video :



Sumber :
inilah.com
[Read More...]


Video Pembentukan Wajah Bayi dalam Rahim



BBC baru saja meluncurkan proses pembentukan wajah bayi di dalam kandungan. Sungguh menakjubkan. Video ini mengungkapkan bagian wajah yang awalnya hanya berupa gumpalan bisa menjadi wajah seorang bayi kecil, dan bentuk wajah tersebut merekam DNA orang tuanya, sehingga tiap bayi memiliki bentuk yang berbeda.

dailymail.co.uk/bbc


"Proses yang sangat menakjubkan - perlahan-lahan menghasilkan sebuah wajah manusia, yang terjadi dalam rahim hanya dalam tempo dua atau tiga bulan," ujar Mosley, salah seorang wartawan BBC.

Keajaiban ini seharusnya semakin menjawab kebesaran Tuhan yang merancang kehidupan dengan akurasi super dan kesempurnaan. Apakah mungkin kehidupan muncul secara tiba-tiba, tanpa rancangan, seperti pendapat pengikut teori evolusi? Subhanallah...






Sumber:
[Read More...]


Mantap, Telah Ditemukan Baterai dari Cairan



Pembangkit energi sel surya saat ini masih tergolong alat mahal, walau ramah lingkungan. Bayangkan, bila suatu saat ada cairan pengganti panel surya yang bisa disemprotkan ke televisi, radio, atau gadget apa pun sehingga menjadi sumber energi yang murah dan hemat. Mungkinkah?

 
 wikimedia.org


Pertanyaan ini sedang dijawab oleh para peneliti, dan kemajuan ke arah sana semakin mendekati kenyataan. Tim ilmuwan di Universitas Rice, Houston, Texas, telah menemukan cara untuk mengurai setiap elemen pada baterai tradisional dan mencampurnya menjadi cairan yang menyerupai cat tembok, dan dapat digunakan pada berbagai peralatan elektronik.

"Ini mempermudah penyimpanan dan pemakaian segala jenis peralatan elektronik yang menggunakan baterai tradisional, karena menjadi lebih fleksibel," ujar ketua penelitian Pulickel Ajayan.

Baterai yang dapat diisi ulang ini terbuat dalam bentuk cat semprot yang berfungsi sebagai lapisan, dan berfungsi seperti komponen pada batere tradisional.

Lapisan cat ini disemprotkan pada bahan jenis keramik, gelas, stainless steel, serta pada lekukan  mug keramik, untuk mencoba bagaimana lapisan ini bekerja pada peralatan rumah tangga tersebut.

Saat pengujian, sembilan keping lantai kamar mandi yang disepuh dengan cat lalu saling dihubungkan.Saat dalam keadaan terisi,  dioda menyala selama enam jam stabil dalam 2,4 volt.

Hasilnya menggembirakan. Penemuan ini menjadikan penyaluran energi batere lebih ringkas, namun masih terbatas pada baterai berbentuk kotak atau silinder saja, sebagaimana diberitakan Reuters.

Meskipun, masih banyak kekurangan dari teknologi ini. Saat ini masih sulit aplikasinya,  karena sulitnya mengatur cairan elektrolit, serta dibutuhkan lingkungan yang kering dan kedap udara untuk pembuatan alat baru ini.

Namun, satu langkah maju telah dibuat. Tinggal pengembangan untuk menemukan solusi yang tepat. Neelam Singh, salah satu peneliti dalam proyek ini yakin bahwa teknologi tersebut dapat diintegrasikan dengan sel surya untuk membuat alat elektronik yang hemat energi. Penemuan tersebut dipublikasikan pada jurnal Nature Scientific Reports.




Sumber:
[Read More...]


Partikel ini Membantu Kita Hidup Saat Tak Lagi Bernapas



Bergermbiralah atas penemuan baru di bidang medis. Telah ditemukan partikel yang bisa menyelamatkan nyawa orang yang sedang sekarat.
 
 gawkerassets.com


Ilmuwan medis berhasil merancang partikel mikro yang bisa disuntikkan langsung ke aliran darah. Partikel ini akan mengantar oksigen ke tubuh dengan cepat. Partikel ini bisa menyelamatkan jutaan nyawa setiap tahun.Bahkan, ketika Anda tidak bisa bernapas lagi.

Penemuan ini dikembangkan tim dari Rumah Sakit Anak Boston, Amerika Serikat. Partikel ini bisa membuat tim medis menjaga pasien tetap hidup dan dalam kondisi stabil selama 15 - 30 menit. Bahkan, ketika mengalami kegagalan pernapasan.

Temuan ini memberikan cukup waktu bagi dokter dan personel gawat darurat. Mereka bisa mengambil tindakan tanpa menimbulkan resiko serangan jantung atau kerusakan otak permanen pada pasien.

Solusi ini telah sukses diujikan pada binatang dalam kondisi kegagalan paru-paru kritis. Ketika dokter menyuntikkan cairan ini ke pembuluh darah pasien, partikel bisa menyimpan oksigen dalam darahnya hingga mendekati tingkat normal. Proses ini memberikan tambahan menit berharga bagi kehidupan.

Solusi serupa telah gagal sebelumnya karena menyebabkan embolisme gas atau gelembung gas pada aliran darah. Solusi terdahulu tidak bisa memasok oksigen pada sel. Menurut Departemen Kardiologi Rumah Sakit Anak Boston, AS, dr. John Kheir, mereka berhasil mengatasi masalah ini dengan menggunakan partikel yang bisa berubah bentuk, bukan menjadi gelembung.

"Kami telah merancang solusi masalah ini dengan mempaktekan gas menjadi partikel kecil yang bisa berubah bentuk. Mereka meningkatkan pertukaran gas pada area permukaan secara dramatis. Mereka juga mampu menyusup melalui kapiler [pembuluh darah terkecil] tempat gas bebas menempel," ujar Kheir seperti dilansir dari LiveScience.


Riwayat Partikel Ajaib
Partikel ini terdiri dari kantong oksigen dalam lapisan lipid (lemak), sebuah molekul alami yang biasanya menyimpan energi atau berfungsi sebagai komponen untuk membran sel. Obat mujarab ajaib ini tampaknya membawa "tiga sampai empat kali kandungan oksigen sel kita sendiri darah merah. "

Kheir memiliki gagasan setelah ia harus merasa kehilangan seorang gadis kecil pada tahun 2006 yang ada dalam perawatannya. Gadis tersebut meninggal karena pendarahan paru-paru yang disebabkan oleh pneumonia. Luka otak yang parah pada sang gadis kecil menyebabkan kematian sebelum tim medis dapat menempatkan di sebuah mesin jantung-paru.

Segera setelah itu, Kheir mengumpulkan tim insinyur kimia, ilmuwan partikel, dan dokter medis untuk bekerja mencari solusi penyelamatan nyawa manusia.

Setelah berkali-kali eksperimen, para peneliti yang dipimpin Kheir berhasil menemukan mikropartikel yang tampaknya menjanjikan. Saat percobaan, tim peneliti menyaksikan darah biru berubah segera merah, tepat di depan mata. Setelah bertahun-tahun penyelidikan, akhirnya partikel yang diimpikan Kheir jadi kenyataan.





Sumber:
[Read More...]


Mungkinkah Otak Lumba-Lumba dan Manusia Sama?



Pertanyaan soal kemiripan otak lumba-lumba dan manusia rasanya jadi hal menarik, mengingat ada studi terbaru tentang genom menunjukkan lumba-lumba berhidung botol itu menjadi mamalia laut yang memiliki kesamaan gen dengan manusia. Penemuan ini menjelaskan alasan lumba-lumba memiliki otak yang besar.

 


Lumba-lumba memiliki kesamaan dengan manusia dalam kecerdasan, perilaku sosial, dan komunikasi. Menurut penelitian, kesamaan ini sedekat hubungan manusia dengan monyet dan kera.

"Kami tertarik pada alasan yang membuat otak mereka besar dari perspektif molekul," ujar peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Wayne State, Michigan, Amerika Serikat, Michael McGowen.

 


"Kami memutuskan untuk meneliti gen dari genom lumba-lumba. Ini untuk melihat kesamaan antara gen yang telah berubah pada silsilah lumba-lumba dan perubahan pada silsilah primata," ujarnya seperti dilansir dari Daily Mail.
Lumba-lumba bisa mengenali diri mereka di cermin. Kemampuan ini normalnya terbatas pada primata seperti simpanse dan manusia.

Otak lumba-lumba, jelas Michael, melibatkan koneksi berbeda dengan primata, terutama pada neokorteks. Bagian ini menjadi pusat dari fungsi yang lebih tinggi, seperti penalaran dan kesadaran pikiran.





Sumber:
[Read More...]


AlQuran Mengakui Keberadaan UFO?



Apakah benar kitab suci umat Islam mengakui keberadaan mahluk planet lain? Masalah ini selalu menjadi kajian menarik para ahli tafsir. Ada yang mengamini, dan ada pula yang menampiknya.

Berikut ini salah satu kajian yang ditulis oleh Yudi N. Ihsan, pegiat pengajian di Bremen, Jerman. Terlepas dari shahih atau masih perlu dikaji kembalinya tulisan Yudi N. Ihsan, berpulang kepada diri kita masing-masing.

Singkat kata, selamat membaca...

 
 ifanobi.com


Al-Qur’an merupakan mu’jizat terbesar sepanjang masa. Pertamakali dibukukan di jaman Khalifah Abu Bakr, lalu pembukuannya disempurnakan di jaman Khalifah Umar bin Khathab. Sedangkan di jaman Khalifah Utsman mulai ditetapkan bentuk hurufnya serta diperbanyak sehingga dikenal istilah Rosam Utsmani. Ilmu tata bahasa al-Qur’an (nahwu dan sharaf) mulai diperkenalkan di jaman khalifah Ali bin Abi Thalib.

Salah satu keistimewaan al-Qur’an adalah memungkinkan penafsirannya yang terus berkembang dan selalu up to date. Salah satu contohnya adalah yang terdapat di dalam surat Ar-Ra’du (13) ayat 15.

Dan hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) “Man” yang ada di langit dan di Bumi, baik dengan kemauan sendiri (taat), ataupun terpaksa, begitupula bayang-bayangnya (ikut sujud) di pagi dan petang hari (QS 13:15).

Ayat tersebut menjelaskan adanya “Man” di langit dan di Bumi. Lalu siapakah yang dimaksud “Man” di dalam ayat ini?

1. Di dalam tata bahasa al-Qur’an (arab) “Man” menunjukan makhluk yang diberi akal. Sedangkan makhluk berakal yang diciptakan Allah swt ada 4, yaitu: Malaikat, Iblis, Jin, dan Manusia. Oleh sebab itu makhluk-makhluk lain seperti binatang, tumbuhan, atau benda mati tidak bisa disebut “Man” tetapi disebut “Maa”. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia maka “Man” bermakna “Siapa” dan “Maa” bermakna “Apa”.

2. Ciri-ciri “Man” yang dimaksud di dalam ayat di atas adalah:
a) Sujud dengan taat kepada Allah;
b) Sujud dengan terpaksa kepada Allah; dan
c) Memiliki bayang-bayang.
Ayat tersebut berbunyi: Walillahi yasjudu Man fi ssamaawaati wal ardhi, jika diterjemahkan menjadi: Dan kepada Allah “Man” di langit dan di Bumi bersujud/beribadah. Itu bunyi paragraf pertama dari ayat tersebut.

Paragraf ini menjelaskan adanya “Man” di langit dan di Bumi yang bersujud/beribadah kepada Allah. Lalu dilanjutkan dengan kalimat: Thou’an wa karhan wa dzilaluhum…., jika diterjemahkan menjadi: Taat, dan terpaksa, dan bayang-bayang mereka…… paragraf ini menjelaskan cirri-ciri “Man” yang dimaksud pada paragraf pertama. Bahwa sujud/ibadahnya si “Man” yang dimaksud di atas kadang kala taat, kadang terpaksa, dan mereka memiliki bayang-bayang.

3. Perlu diketahui lagi bahwa kata As-samaawaati pada ayat tersebut berbentuk jamak. Sehingga menjadi petunjuk bahwa “Man” yang berada di luar planet Bumi akan tersebar di banyak planet lain.

4. Jika melihat ciri-ciri tersebut diatas maka tidak mungkin yang dimaksud “Man” di dalam ayat tersebut adalah Malaikat, karena Malaikat selalu patuh kepada Allah, tidak pernah terpaksa, dan tidak memiliki bayang-bayang.

5. Juga tidak mungkin yang maksud “Man” di dalam ayat tersebut adalah Iblis, karena Iblis tidak pernah taat kepada Allah serta tidak memiliki bayang-bayang.

6. Dan tidak mungkin pula yang dimaksud “Man” di dalam ayat tersebut adalah Jin. Walaupun ada Jin yang taat dan terpaksa, tetapi Jin tidak memiliki bayang-bayang.

7. Maka yang dimaksud dengan “Man” pada ayat tersebut adalah makhluk seperti manusia. Yaitu mahkluk yang kadang kala taat, atau terpaksa serta memiliki bayang-bayang. Oleh sebab itu, ayat tersebut menjadi petunjuk adanya makhluk berakal seperti manusia di luar planet Bumi.

Disamping “Man”, di luar planet Bumi pun Allah swt pun menciptakan “Maa” dari kelompok binatang melata. Sebagaimana firman Allah swt di dalam surat An-Nahl (16) ayat 49.

Dan hanya kepada Allah-lah sujud “Maa” yang melata yang ada dilangit dan “Maa” yang melata yang ada di Bumi. Dan para Malaikat, dan mereka tidak menyombongkan diri. (QS 16:49).

Ayat tersebut menjelaskan adanya “Maa” dan “Malaikat” di langit dan di Bumi yang selalu sujud kepada Allah serta tidak sombong. Pada ayat ini tidak ada istilah terpaksa, sebagai bukti bahwa Malaikat dan “Maa” selalu sujud dengan taat kepada Allah swt.

Mengakhiri pembahasan tentang makhluk di luar Bumi maka silahkan simak firman Allah swt di dalam surat Asy-Syura (42) ayat 29.

Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya, ialah menciptakan langit dan Bumi dan “Maa” yang melata yang Ia sebarkan pada keduanya. DAN IA MAHA KUASA UNTUK MENGUMPULKAN (MEMPERTEMUKAN) SEMUANYA (MAKHLUK LANGIT DAN BUMI) APABILA IA BERKEHENDAK (QS 42:29).

Ayat tersebut menjadi petunjuk adanya kemungkinan pertemuan (interaksi) antara manusia yang ada di langit dengan manusia yang ada di Bumi bahkan kemungkinan saling berjodoh, tentunya jika Allah swt sudah berkehendak. Wallahu a’lam bishowab.







Sumber:
[Read More...]


Kehebatan Kaktus Bisa Memurnikan Air dari Bakteri



Di padang gurun yang panas di daerah Amerika dan Meksiko, kaktus sejak dulu menjadi tanaman penyelamat para pengelana. Batang kaktus menyimpan air sehingga kerap digunakan saat seseorang kehabisan bekal minuman.

Foto: ezinemark.com


Rupanya fungsi kaktus tak hanya itu. Penelitian terbaru menunjukkan air murni terbaik terdapat dalam pir kaktus berduri. Para peneliti dari University of South Florida melakukan percobaan dengan menyarikan getah dan menambahkan ke dalam air yang kotor karena sedimen dan bakteri.

Getah mengakibatkan sedimen dan bakteri bergabung, kemudian mengendap di bagian bawah dan memisahkan 98 % bakteri di dalam air.

Peneliti melihat komunitas di negara berkembang menggunakan kaktus di kehidupan sehari-hari mereka. Mereka biasa merebus sepotong kaktus untuk mendapatkan getah kemudian menambahkan getah tersebut ke dalam air, sama seperti yang dilakukan para peneliti.

Jika beberapa masalah ini dapat dipecahkan, maka air yang murah dan bersih dapat dijangkau jutaan orang yang kekurangan sumber daya alam ini.

Nah, kembali kita belajar dari alam soal pemurnian air, bukan?








Sumber:
brian-manihuruk
[Read More...]


Ada UFO di Laut Baltik? Misteri...



Di laut Baltik, antara Swedia dan Finlandia, tim ekspedisi Swedia tercengang dengan penemuan baru, sebuah benda asing terbaring di dasar laut yang dalam.

Serupa dengan pesawat Falcon Star Wars?/dailymail.co.uk

 
Bentuknya aneh, menyerupai piring terbang. Diameternya sekitar 60 meter. Dari hasil sonar dan ekspedisi penyelaman, benda ini mengingatkan kepada pesawat Millenium Falcon dalam film Star Wars.

Pesawat luar angkasa alien? Pertanyaan ini masih harus dijawab oleh tim Swedia. Setidaknya, Dailymail menuliskan sebagai UFO (Unidentified Flying Object) karena kesamaan bentuk dengan pesawat di film Star Wars. Walau beberapa orang lebih memilih dengan sebutan USO (Unidentified Submerged Object) karena ada di dalam lautan.
 
 
Lokasi penemuan objek aneh tersebut/dailymail.co.uk


Bagaimana tanggapan tim ekspedisi Swedia tentang ini? Salah seorang penyelam, Peter Lindberg mengungkapkan keheranannya, "Awalanya kami mengira itu hanya batu, tapi sepertinya ini hal yang berbeda. Di Baltik tak ada aktivitas gunung berapi, karenanya sungguh aneh ada benda asing seperti ini."

"Kami tak tahu benda ini fenomena alam atau mungkin sebuah 'objek'. Kami melihatnya lewat sonar saat mencari bangkai kapal dari Perang Dunia Pertama. Tiba-tiba benda ini muncul begitu saja di layar sonar," ungkap Lindberg kepada Fox News.
 

 Dari hasil sonar, benda asing ini terbaring di kedalaman 300 meter/dailymail.co.uk

Mungkin terlalu cepat bila kita menyimpulkan objek ini sebagai pesawat luar angkasa alien, karena perdebatan saat ini terjadi diantara ahli. Ada pihak yang meragukan berhubung sonar tidak bisa memberi gambaran yang akurat. Beberapa pengalaman sebelumnya menunjukkan sonar sering 'bingung' menangkap gambar-gambar aneh di bawah laut.

Kita masih harus menunggu temuan selanjutnya. Apa pun yang terbaring di dasar samudera sana, menyadarkan bahwa masih banyak misteri Tuhan yang belum terpecahkan. Wallahu'alam Bishawab...
 
 
 
 
Sumber:
 
[Read More...]


Mengapa Alien Mirip Manusia?



Pernah nggak kamu berpikir, mengapa pembuat film soal alien atau UFO selalu menampilkan sosok alien menyerupai manusia. Mulai dari Star Wars, Star Trek, atau film tahun 80-an E.T (Extra Terrestial), Aliens, atau yang terbaru Promotheus.

 


Ya tidak terlalu mirip, tapi umumnya memiliki indera yang hampir sama dengan kita. Apakah karena berita 'gosip' tentang ditemukannya alien di Area 51? Atau berkat cerita orang-orang yang mengaku pernah diculik UFO?

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan hal yang cukup mengejutkan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Penelitian menyatakan manusia dan alien sangat mungkin berbagi DNA yang sama. Sebab, DNA adalah materi genetik yang bersifat universal.

"Manusia dan alien dapat berbagi DNA yang sama yang bisa menjadi bagian dari sebuah ''struktur universal''," menurut para peneliti.

Mereka menambahkan, DNA atau blok-blok bangunan kehidupan lebih bisa bertahan pada suhu dan tekanan udara rendah. Kondisi ini memungkinkan DNA untuk berkembang dibanding jika mereka tersusun dalam bentuk yang lebih kompleks.

Teori ini dikemukakan Ralph Pudritz dari McMaster University di Ontario, Kanada, yang berfokus pada penelitian asam amino. Berdasarkan terori ini, para peneliti yakin materi genetik dasar tidak hanya dijumpai di Bumi, tapi juga dapat berkembang di planet lain yang kondisinya lebih ekstrim.

Pudritz mengatakan, total ada 20 jenis bahan kimia standar yang berisi DNA dari perkembangan kehidupan manusia. "Kami telah mensitesis 10 bahan kimia yang diperkirakan telah ada sejak jutaan tahun lalu. Bahan-bahan ini diduga juga ditemukan pada meteorit," ujar dia.

Ia telah menyimpulkan bahwa 10 bahan kimia ini paling sederhana, hanya membutuhkan panas dan tekanan rendah untuk bertahan hidup dibanding asam yang lebih kompleks. Ini berarti kesepuluh bahan kimia dasar pembentuk kehidupan itu lebih cenderung mampu bertahan hidup di lingkungan ekstrim.

Di sisi lain, kondisi yang tepat dari meteorit sampai hari ini belum diketahui. Namun Pudritz menganggap kondisinya hangat dan terhidrasi sehingga diasumsikan sebanding dengan Bumi muda.

"Ini mungkin melibatkan struktur universal dari kode genetik pertama di mana saja di alam semesta. Ada teori bahwa mereka dapat dibuat dalam kondisi lingkungan yang hangat seperti pada meteorit," ujar Purdritz. "Bagaimanapun termodinamika adalah fundamental."

Purdritz menyadari teorinya masih perlu diuji dan didukung penelitian lain yang lebih mendalam. Namun, pakar sistem biologi Harvard University, Irene Chen, yang mengkhususkan diri dalam evolusi molekuler, mengatakan teori Purdritz sangat menarik, tapi sulit untuk menganalisa kebenarannya tanpa eksperimen pendukung.

Sekali lagi, analisa di atas baru teori,  lho. Pembuktiannya ya... harus bertemu dengan alien itu sendiri. Siapa tahu kamu beruntung, jangan lupa dipotret ya he...he...he...







Sumber:
tempo.co
[Read More...]


Ditemukan Molekul Ajaib pada Susu dan Bir



Para ilmuwan mengklaim telah menemukan suatu molekul ajaib tersembunyi di beberapa jenis makanan yang dapat membuat sesorang lebih kuat, ramping dan sehat.

Molekul tersembunyi yang ditemukan dalam susu dan juga mungkin ada dalam bir serta beberapa makanan ini tidak memiliki efek samping, dan diklaim bisa memperpanjang usia harapan hidup.

Foto: shutterstock

Permasalahannya adalah bahwa molekul yang disebut nikotinamide riboside (NR) tersebut sangat kecil, sulit untuk ditemukan dan sangat mahal untuk mensintesiskannya.

Kepala Ecole Polytechnique Federale Lausanne Swiss, Johnan Auwerx, mengatakan penemuan molekul tersebut diperoleh setelah peneliti melakukan serangkaian percobaan pada tikus.

"Temuan ini sangat mengesankan. Nikotinamida riboside (NR) tampaknya berperan dalam mencegah obesitas," kata Auwerx.

Bekerjasama dengan Weill Cornell Medical College di New York, Auwerx dan timnya menemukan, tikus yang diberi diet tinggi lemak dan asupan NR mengalami penambahan berat badan lebih sedikit (60 persen) ketimbang tikus yang mengonsumsi makanan yang sama namun tidak diberikan suplemen NR.

Bahkan, pada tikus yang diberi NR tidak ditemukan adanya indikasi penyakit yang mengarah ke perkembangan diabetes, tidak seperti tikus yang tidak diberi NR.

Tikus yang diberi suplemen makan NR selama sepuluh minggu memiliki kinerja daya tahan lebih baik dibanding mereka yang tidak. Mereka juga dalam kondisi yang lebih baik, dan ini dikonfirmasi oleh pengamatan dari serat otot mereka di bawah mikroskop.

Peneliti mengatakan, molekul ajaib ini bekerja di dalam sel dengan meningkatkan metabolisme, seperti resveratrol, yang ditemukan dalam anggur. Tidak ada efek samping yang ditemukan selama percobaan dilakukan.

"Tampak bahwa sel-sel pada tubuh menggunakan NR sejauhmana yang mereka perlukan, dan sisanya disisihkan tanpa berubah menjadi bentuk apapun yang tidak berpotensi merusak," kata peneliti, Carles Canto.

Para peneliti percaya, peningkatan molekul NR memengaruhi peningkatan fungsi mitokondria, bagian dari sel yang memasok energi. Mitokondria dianggap berperan dalam proses penuaan.

Diharapkan bahwa dengan merangsang fungsi mitokondria lewat molekul NR, para ilmuwan melihat adanya peningkatan usia harapan hidup yang lebih panjang serta perbaikan kesehatan lainnya.

"Tetapi molekul ini sulit untuk direproduksi dan sangat kecil. Saat ini, kita bahkan tidak bisa mengukur konsentrasinya dalam susu, jadi tidak mungkin untuk mengetahui berapa banyak Anda harus minum untuk dapat mengamati efeknya, " sambung Auwerx.

Kedepan, penelitian ini akan dilanjutkan dengan melakukan pengujian molekul pada manusia.

Sumber :
kompas.com
[Read More...]


Struktur Sarang Lebah, Kesempurnaan Sebuah Karya Agung



Struktur sarang lebah madu yang menakjubkan telah membuat manusia kagum sejak ribuan tahun lampau.


Pada abad ketiga, Pappus dari Alexandria, seorang ahli astronom dan geometri, menjadi orang pertama yang mengusulkan penjelasan tentang mengapa sarang lebah berbentuk hexagonal. Pappus menjelaskan bahwa hanya ada tiga bentuk yang bisa dipilih untuk dipakai dalam sarang lebah – segitiga, bujur sangkar, dan hexagon (segi enam).

Pappus memperhatikan bahwa hexagon dapat mengandung lebih banyak madu dengan ruang yang sama dibandingkan persegi (bujur sangkar) atau segitiga. Juga diperlukan lebih sedikit bahan lilin untuk membangun hexagon. Bentuk-bentuk lain akan menimbulkan ruang-ruang sisa di antara sel yang akan terbuang. 

Setiap sel ditutup oleh sebuah piramid yang terdiri dari tiga belah ketupat. Matematika yang kompleks menunjukkan bahwa bentuk ini juga memerlukan pemakaian lilin yang paling sedikit untuk konstruksinya. Selain itu, tutup berbentuk piramid tersebut memungkinkan sel-sel sarang lebah bertumbukan satu sama lain tanpa membuang tempat.


Hal lainnya yang sangat mengagumkan tentang lebah madu ini adalah kerjasama diantara mereka dalam membangun pundi-pundi madu ini. Lebah-lebah ini memulai bangunannya dari titik-titik yang berbeda.

Ratusan lebah menyusun rumahnya dari tiga sampai empat titik awal yang berlainan lalu dilanjutkan penusunan bangunan tersebut sampai bertemu di tengah-tengah. Tidak ada kekeliruan sedikitpun pada tempat dimana mereka bertemu.

Lebah juga menghitung besar sudut antara rongga satu dengan yang lain saat membangun pundi-pundinya. Antara rongga satu dengan rongga yang lain dibelakangnya selalu dibentuk dengan kemiringan tiga belas derajat dari bidang datar. Dengan demikian kedua sisi rongga tersebut berada pada posisi miring ke atas, hal ini agar madu yang terdapat didalamnya tidak mengalir keluar atau tumpah.

Barulah setelah dikembangkannya kalkulus modern, para ilmuwan dapat dengan sepenuhnya mengapresiasi bentuk dari tutup di ujung sel-sel sarang lebah.

Ilmuwan modern yang menerima evolusi mengatakan bahwa desain sarang lebah sebagai suatu pencapaian yang luar biasa bagi para lebah. Walau akhirnya timbul pertanyaan, mungkinkah mahluk yang berevolusi bisa mencipta dengan penuh presisi seperti tersebut?

Atau adakah pribadi yang Maha Pintar yang menciptakan mahluk-mahluknya dengan kesempurnaan secara matematis bisa dipertanggungjawabkan oleh sains?

Semestinya segala keajaiban dan kesempurnaan di alam ini menjadi bukti bahwa sang pencipta yang Maha Agung benar-benar nyata.



Sumber:
[Read More...]


Dinosaurus Buang Angin Pengaruhi Iklim Bumi



Ilmuwan asal Inggris memperkirakan gas metana yang dibuang oleh Sauropoda, termasuk spesies Brontosaurus, pada masa lalu telah mengubah iklim dunia.

Mereka mendapatkan hasil bahwa Sauropoda secara global mampu memproduksi 520 ton gas rumah kaca per tahun pada masanya. Dengan jumlah itu, menurut ilmuwan, gas yang dibuang oleh dinosaurus bisa memengaruhi iklim 150 juta tahun lalu.


Hasil riset yang dilakukan David Wikinson dan rekan-rekannya dari John Moore's University di Liverpool, University of London, dan University of Glasgow, ini dimuat dalam edisi terbaru jurnal Current Biology. Sauropoda, seperti Apatosaurus louise (dikenal dengan Brontosaurus), ialah fauna darat raksasa yang memakan tumbuhan pada masa Mesozoic jutaan tahun lalu.

Bagi Wikinson dan rekan, hal yang menarik dari Sauropoda bukanlah ukuran besarnya, melainkan populasi mikroorganisme yang ada di dalam saluran pencernaannya.

"Ekologi mikroba dan perannya pada planet kita adalah salah satu ketertarikan saya dalam ilmu pengetahuan. Meskipun elemen dinosaurus yang membuat riset ini populer, sebenarnya mikroba yang ada dalam dinosaurus itulah yang memproduksi metana," kata Wikinson seperti dikutip BBC.

Metana diketahui sebagai gas rumah kaca yang menyerap radiasi inframerah dari Matahari, menjebaknya di atmosfer Bumi sehingga memengaruhi suhu Bumi. Suhu Bumi diketahui meningkat 10 derajat celsius pada era Mesozoic.

Dengan menggunakan pengetahuan bahwa emisi dari ternak berpengaruh pada level metana global, peneliti menggunakan data yang ada sekarang untuk memperkirakan bagaimana Sauropoda memengaruhi iklim Bumi.

"Sapi saat ini memproduksi 50-100 juta ton metana per tahun. Perkiraan terbaik kami pada Sauropoda, mereka memproduksi 520 juta ton," papar Wikinson.

Para peneliti mengungkapkan bahwa gas buang dinosaurus menyumbang emisi metana yang lumayan besar. Sebagai perbandingan, emisi metana saat ini 500 juta ton per tahun dari hewan dan aktivitas manusia seperti produksi daging.

Meski demikian, dinosaurus bukan merupakan satu-satunya penyebab peningkatan suhu Bumi jutaan tahun lalu. "Ada sumber metana lain pada masa Mesozoic sehingga total level metana jauh lebih tinggi daripada saat ini," kata Wikinson.

Sumber :
kompas.com
bbc.co.uk
[Read More...]


Ilmuwan Temukan Jawaban Gen Pemicu Hidup Kekal



Imajinasi 'hidup kekal' seperti McCloud Highlander mungkin masih terlalu jauh dari kenyataan. Namun, menjadi awet muda tentu banyak orang yang tertarik.


Ilmuwan berhasil menemukan empat gen ‘Father Time’ yang menentukan seberapa cepat manusia menua serta bagian mana yang mengendalikannya. Gen ini menyala dan mati berdasarkan faktor lingkungan dan gaya hidup atau memang sudah diprogram sejak awal.

Peneliti yakin, mengetahui cara kerja gen ini akan membawa pada obat anti penuaan generasi baru.
“Kami menemukan, perubahan epigenetic berkaitan dengan sifat usia. Menggunakan pengetahuan yang kami dapat, kami bisa lebih memahami mekanisme biologis,” kata Dr Jordana Bell dari King’s College London.

Di sisi lain seperti dilaporkan Dailymail, direktur kampus itu, profesor Tim Spector mengatakan, hasil studi ini memberi pandangan pertama potensi untuk mencari gen terkait penuaan dan cara memodifikasinya untuk mulai menciptakan terapi anti penuaan.




Sumber:
dailymail.co.uk
[Read More...]


Bakteri 'Alien' Ini Jadi Sumber Listrik Baru Bumi



Organisme misterius yang diketahui hanya bisa ditemukan di luar angkasa ini secara mengejutkan ditemukan di sungai di Inggris. Menariknya, bakteri ini bisa menguntungkan manusia.


Organisme misterius yang ditemukan di River Wear, Sunderland, Inggris ini mampu menghasilkan listrik menggunakan baterai khusus yang disebut Microbial Fuel Cell (MFC) seperti dikutip DM.

Bakteri yang diberi nama Bacillus Stratosphericus ini biasa ditemukan di ketinggian 32 kilomter di atas Bumi. Bakteri ini diyakini masuk ke Bumi akibat siklus atmosfer yang menyebabkan peningkatan uap air di stratosfer yang kemudian jatuh lagi ke Bumi.

Hebatnya bakteri ini bisa digunakan menjadi MFC untuk mengubah limbah sungai menjadi listrik dan air bersih.

Profesor Bioteknologi Kelautan Grant Burgess mengatakan, "Mengejutkan sekali bisa menemukan bakteri ini di Bumi. Lebih menarik lagi, bakteri ini bisa digunakan menghasilkan listrik untuk dunia."

Sumber :
mor - inilah.com
[Read More...]


Sesungguhnya Dinosaurus Hidup di Air?



Ada polemik yang sedang berkembang antar ilmuwan, sehubungan dengan habitat dinosaurus. Selama ini  semua orang percaya bahwa dinosaurus adalah hewan besar yang menguasai daratan.

Seorang ilmuwan dari Cambridge menawarkan pendapat berbeda. Bahwa kaki dan ekor besar dinosaurus tak ideal untuk berkeliaran di daratan. Ilmuwan itu, Brian Ford berpendapat, dinosaurus adalah hewan air.
Photo source: dailymail.co.uk

Ford yang adalah ahli biologi sel mengatakan bahwa dengan berpikir dinosaurus adalah binatang air, akan menjelaskan segala pertanyaan, juga merevisi citra hewan purba itu dalam Film "Jurassic Park" di mana ia berlarian di atas rumput.

Kemungkinan baru ini juga akan menjawab misteri yang dihadapi para arkeolog, yang meski menemukan jejak kaki dinosaurus, namun tak menemukan jejak ekornya, seakan hewan itu menghabiskan energinya agar buntutnya tetap menggantung ke udara.

Dalam teorinya yang radikal,  dinosaurus diduga menghabiskan sebagian besar waktunya di danau sedalam 15 sampai 30 kaki, atau 4,5 sampai 9 meter. Ekor besar binatang itu berfungsi membantunya berenang. Jejak kaki mereka -- yang belakangan ditemukan -- dibuat di atas lumpur di kedalaman air, yang kemudian mengering oleh waktu.
Photo source: dailymail.co.uk

Ford menambahkan, hal itu menjelaskan mengapa ekor dinosaurus besar, tak seperti gajah dan badak yang kecil.

Ford, yang mengemukakan teorinya dalam majalah sains, Laboratory News menegaskan, "saya yakin, dinosaurus adalah mahluk air," kata dia. "Mereka punya tubuh yang raksasa dengan ekor besar yang berotot, yang akan lebih baik digunakan untuk membantu mereka berenang," kata dia.

Selama ini, dia menambahkan, dinosaurus digambarkan berdiri di daratan luas yang kering. Namun ia yakin, adegan itu sejatinya, hewan tersebut sedang berdiri di danau dangkal. "Hewan itu berkembang biak di masa ketika Bumi ditutupi danau dangkal, di mana lumpur di dasar danai akhirnya membentuk lapisan batuan Liassic.

Dia percaya, ini juga menjelaskan mengapa banyak dari dinosaurus - yang beratnya sampai 100 ton hanya memiliki dua kaki kecil - sedangkan hewan besar modern, gajah dan badak, memiliki empat.

Ford bersikukuh teorinya masuk akal. Ekor berotot besar akan sangat tak praktis, seperti yang digambarkan dalam gambar konvensional. Sementara, jejak kaki fosil yang berlimpah tidak menunjukkan dinosaurus menyeret ekornya.
Photo source: dailymail.co.uk

"Mereka mengunakan air untuk mendukung berat mereka saat berdiri, mengatur temperatur, dan menyediakan habitat makanan. Semua kajian ilmiah, film Hollywood, karya seni, semuanya, harus direvisi."

Beberapa dinosaurus besar seperti Spinosaurus dikenal mengkonsumsi ikan, sementara sebagian besar lainnya adalah dinosaurus pemakan daun selain dari karnivora T-Rex.

Selama era dinosaurus 55 juta tahun lalu, Bumi jauh lebih panas dan Ford yakin, suhu kolam yang 37 derajat Celcius akan lebih nyaman.


Bantahan ilmuwan lain

Namun, ide ini dibantah Dr Paul Barrett, seorang paleontolog di Museum Sejarah Alam di London. Dia mengatakan, ide dinosaurus binatang air sejatinya sudah populer pada tahun 1920-an.

"Tetapi sejak 1960-an kami telah membuktikan, bentuk tubuh dinosaurus memiliki lebih dari cukup kekuatan di otot kaki yang memungkinkan mereka bergerak dengan mudah di atas tanah," kata dia.

Justru, dinosaurus tak bakal bertahan di dalam air. "Mereka akan kesulitan bernapas, lambat bergerak di sekitar lumpur. Mereka mungkin tinggal di dekat air atau pergi ke dalamnya kadang-kadang untuk menenangkan diri."



[Read More...]


Tumbuhan Mampu Bereaksi Terhadap Suara



Sebagian orang percaya tumbuhan mampu menunjukkan reaksi terhadap terpaan cahaya. Bagaimana dengan rangsangan suara? Penelitian yang dilakukan Monica Gagliano dan timnya dari Western Australia University, menemukan tanaman mampu bereaksi terhadap suara dengan frekuensi tertentu.

Seperti dilansir Internastional Business Times, penelitian tersebut bertujuan untuk memperlihatkan akar tanaman muda yang bereaksi terhadap jenis suara tertentu.

"Saya bekerja satu hari di kebun tanaman rempah-rempah dan mulai bertanya, mungkin tanaman juga sensitif terhadap suara. Jadi, saya memutuskan untuk mencari tahu," ujar Monica Gagliano.

Dalam penelitian tersebut, Monica Gagliano yang dibantu Daniel Robert dari Bristol University dan Stefano Mancuso dari Florence Universty, menemukan akar jagung muda mampu menunjukkan interaksi seolah-olah mengeluarkan bunyi klik.


Akar jagung muda yang dimasukan ke dalam air juga mampu memberikan reaksi begrerak condong ke arah sumber suara yang terus-menerus dipancarkan pada frekuensi 220Hz.

Tidak hanya itu, ilmuwan juga menemukan bahwa tanaman juga mampu berkomunikasi dengan tumbuhan lain dengan mengeluarkan zat kimia khusus.

"Semua orang tahu tanaman bereaksi terhadap cahaya dan ilmuwan juga mengetahui bahwa tanaman menggunakan bahan kimia yang mudah menguap untuk berkomunikasi satu sama lain ketika ada bahaya. Seperti pendekatan herbivora misalnya," jelasnya

Penelitian sebelumnya mengenai reaksi tanaman ini telah dikemukan oleh Lyall Watson, seorang ahli botani asal Afrika Selatan pada bukunya yang berjudul Supernature di 1973. Watson ketika itu mengklaim tanaman memiliki emosi.

Bahkan kabarnya, emosi tanaman tersebut dapat didaftarkan pada alat pendeteksi kebohongan. Klaim Watson itu tampaknya segera ditekuk oleh temuan Gagliano dan timnya. Hasil penelitian terbaru ini akan diterbitkan pada jurnal Trend Internasional dalam Plant Science.

Sumber :
fmh - techno.okezone.com
[Read More...]


Makanan Berlemak Percepat Pertumbuhan Sel Otak



Mengutip laporan Dailymail, para peneliti dari Harvard Medical School di Boston dalam wawancara dengan Science Now menyatakan makanan berlemak tidak hanya dapat menumpuk lemak di dalam tubuh, tetapi juga meningkatkan pertumbuhan sel otak.

Mereka telah membuktikannya dengan cara melakukan uji coba melalui seekor tikus. Binatang itu diberi makan burger keju, potongan kue tart, sampai krimer.


Hasilnya, bobot tubuh tikus itu perlahan bertambah seiring dengan pertumbuhan sel-sel di dalam otaknya. Sel-sel inilah yang mendorong tikus untuk terus makan, kendati baru saja diberi makanan atau dalam kondisi belum lapar.

Endokrinologi Jeffrey Flier mengatakan pertumbuhan sel otak ini tidak serta-merta membuat tikus itu menjadi "cerdas". Mereka justru cenderung malas.

"Ini bisa menjadi petunjuk untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan obesitas atau kelebihan berat badan," kata Flier.

Dia menjelaskan, makanan berlemak tadi memicu sel saraf untuk tumbuh dalam bagian yang kecil di dalam otak atau disebut media eminence.

Otak pada tikus yang memakan makanan tinggi lemak tadi juga memproduksi banyak sel di median eminence.

Selain soal berat tubuh tikus yang bertambah besar, ada benang merah yang ditemui peneliti dari sel otak tikus dan manusia.

Flier mengatakan ada tipe sel otak bernama tancyte yang ada di dalam otak tikus dan manusia. Namun, dia mengaku belum mengetahui secara pasti apa kaitan sel misterius ini dengan obesitas.

Sumber :
tempo.co
[Read More...]


 

Categories

Recent Comments

Popular Posts

Return to top of page Copyright © 2010 | Platinum Theme Converted into Blogger Template by HackTutors